Friday, May 6, 2011

BUKTI CINTA DAN KASIH ALLAH PADA HAMBANYA


DrJaffry Hassan27hb April 2.55 ptg
by DrJaffry Hassan on Wednesday, April 27, 2011 at 2:52pm

Bukti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah diturunkan Al-Quran. Allah SWT, Al Khaliq pastinya tidak akan membiarkan hamba-Nya yang dikasihi kebingungan dan keresahan di dalam menjalani kehidupan. Allah SWT menurunkan Al-Quran sebagai pelita dan panduan hidup, agar kita dapat meraih kebahagiaan dan kemenangan di dunia dan akhirat. Firman Allah, ”Kitab ini tidak ada keraguan padanya; (merupakan) petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” ( Al Baqarah 2 : 2).

Dr Quraish Shihab mencatat ada tiga petunjuk penting yang diberikan Al-Quran.

PERTAMA, petunjuk akidah yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Allah dan kepercayaan akan kepastian hari pembalasan. KEDUA, petunjuk mengenai ahlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan moral, baik yang berkait dengan kehidupan peribadi maupun sosial. KETIGA, petunjuk mengenai syariat dan hukum(Pertimbangan Sunnah), iaitu dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum dalam hubungannya dengan Allah dan sesama manusia.

Mengutus para rasul

Secara fitrah, setiap manusia amat memerlukan panduan yang boleh dijadikan

rujukan. Untuk memenuhi keperluan tersebut, Allah mengutus para Rasul. Dalam surah (Al An’am 6 ayat 48), Allah SWT berfirman, ”Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan kebaikan, maka tak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Inilah bukti kecintaan Allah yang kedua. Dia tidak membiarkan manusia

berjalan “sendirian”. Dia mengaruniakan “teman terbaik” yang akan menemani manusia menuju jalan kebahagiaan, mengenalkan manusia kepada Tuhannya, sekaligus menjadi model manusia yang sesuai dengan kehendak Allah SWT.

FirmanNya, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al Ahzab 33:21).

Diciptakannya alam semesta

Allah SWT tidaklah menciptakan alam semesta tanpa maksud. Dia menjadikan semua yang ada di bumi dan di langit untuk memenuhi kebutuhan manusia. Difirmankan, Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia menuju langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (Al Baqarah 2: 29).

Seluruh potensi yang ada di dalam dan permukaan bumi dihamparkan untuk diambil manfaatnya oleh manusia. Tidak ada satu pun makhluk di alam ini yang tidak bermanfaat. Walaupun seekor nyamuk maupun kulat dan hama, semuanya memberikan manfaat kepada manusia dan diantara makhluk yang lainnya.

Luasnya Pengampunan Allah

Bukti keempat adalah luasnya ampunan Allah SWT. Sebanyak apa pun dosa manusia, Allah pasti akan mengampuni, asalkan ia betul-betul bertaubat. Allah SWT telah berjanji dalam Al-Quran, ”Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepadaNya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (Hud 11: 3)

Pengampunan Allah terbuka luas setiap saat bagi orang-orang yang mau bertaubat. Rasulullah SAW bersabda, “Allah membentangkan tanganNya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertaubat. (Ini akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah Barat (HR Muslim).

Dia akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, “Wahai manusia, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi kemudian kamu bertemu Aku dengan dalam kedaan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, nescaya Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan seisi bumi pula,” demikian bunyi sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan (Imam Tirmidzi).

Memberikan rezeki

Allah adalah Al Razzaq, Dzat Maha Pemberi Rezeki. Setiap makhluk diberiNya rezeki agar mereka dapat hidup dan beribadah kepada Allah SWT. Tidak ada satu pun makhluk yang tidak diberi rezeki, termasuk manusia. FirmanNya, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendakiNya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Saba 34: 39).

Inilah tanda bukti cinta Allah yang kelima. Setiap kita telah diberi bagian rezeki. Yang perlu dilakukan adalah ikhtiar menjemput rezeki itu. Allah memberi kasih sayang-Nya yang tak terbatas agar kita bersyukur. Dan syukur yang paling utama adalah mengabdi dengan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.

semoga kita dapat melahirkan rasa syukur atas nikmat dan keinsafan terhadap Allah SWT.

No comments:

Post a Comment